Feeds:
Pos
Komentar

BPBD Manokwari

Iklan

1. MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN SISTEM PERINGATAN DINI NASIONAL UNTUK BENCANA ALAM.
2. MENINGKATKAN KAPASITAS MASYARAKAT MELALUI PROGRAM PEMBENTUKAN DESA TANGBENCANA.
3. MEMBANGUN SISTEM LOGISTIK KEBENCANAAN NASIONAL DI 6 WILAYAH PULAU,BESERTA KELENGKAPAN SARANA TRANSPORTASINYA.
4. MENINGKATKAN KETERSEDIAAN LOGISTIK DAN PERALATAN KEBENCANAAN DAERAH.
5. MENINGKATKAN JUMLAH KAJIAN RESIKO BENCANA
6. MENINGKATKAN SUMBERDAYA NASIONAL DALAM MENGHADAPI KEJADIAN KEADAAN DARURAT BENCANA ( PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ).
7. PERCEPATAN PEMULIHAN PASCA BENCANA.
8. MENGKOORDINASIKAN UPAYA UPAYA KHUSUS UNTUK PENGURANGAN DAMPAK BENCANA HIDROMETEREOLOGI

Asam lambung

Berisiko ….

Tabel 1.1. Luas Wilayah Kabupaten Manokwari

NO DISTRIK LUAS

(Km2)

Persentase

(%)

Keterangan
1. Warmare 598,14 12,86 Pegunungan
2. Prafi 388,00 8,34 Pegunungan
3. Manokwari Barat 237,24 5,10 Pantai
4. Manokwari Timur 154,84 3,33 Pantai
5. Manokwari Utara 622,79 13,39 Pantai
6. Manokwari Selatan 542,07 11,66 Pantai
7. Tanah Rubu 481,19 10,35 Pantai
8 Masni 1406,10 30,24 Pantai
9 Sidey 219,92 4,73 Pantai
  Jumlah 4.650,32 100  

Sumber : Kabupaten Manokwari Dalam Angka Tahun 2017

Foto : internet

download

MANOKWARI

Berdasarkan Undang-Undang RI No. 23 Tahun 2012 dan Undang-undang No. 24 Tahun 2012 Kabupaten Manokwari dimekarkan pada November 2012 menjadi 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Manokwari, Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Manokwari Selatan. Setelah dimekarkan Kabupaten Manokwari memiki luas 4.863,40 Km2 yang terdiri dari 9 distrik.

Hingga saat ini  secara administratif wilayah Kabupaten Manokwari terdiri dari 9 distrik , 164 kampung dan 9 Kelurahan. Sebagai Ibu kota Propinsi Papua Barat, Kota Manokwari mengalami perkembangan pesat baik dari segi pemerintahan maupun segi perekonomian Namun demikian dari segi wilayah masih stabil. Wilayah Kabupaten Manokwari yang terdiri dari 9 wilayah Distrik yang memililki kontur lahan yang sangat beragam, berupa Pegunungan, danau, pantai dan dataran rendah lainnya. Terdapat 7 (tujuh) wilayah Distrik di wilayah Kabupaten Manokwari diantaranya mempunyai wilayah yang berbatasan dengan laut, sedangkan 2 (dua) Distrik lainnya merupakan wilayah yang terletak di daerah dataran atau pegunungan yang tidak berbatasan dengan laut Adapun 7 (tujuh) wilayah Distrik yang berbatasan dengan laut tersebut adalah Distrit Manokwari Barat, Manokwari Timur, Manokwari Utara, Manokwari Selatan, Tanah Rubu, Masni dan Sidey. Sedangkan 2 wilayah Distrik yang tidak berbatasan dengar laut adalah Distrik Warmare dan Prafi.

Lokasi Kabupaten Manokwari dapat dilihat pada Peta Administrasi (Gambar 1.2). Adapun batas-batas wilayah yang menjadi bagian dari penyusunan RT/RW adalah sebagai berikut :

Sebelah Utara          :      Samudera Pasifik

Sebelah Timur         :      Samudera Pasifik

Sebelah Selatan     :      Kabupaten PegunugnganArfak dan Kabupaten Manokwari Selatan

Sebelah Barat          :      Kabupaten Tambrauw.Peta manokwari_Bapeda HY

( Sumber Peta : Bapeda Manokwari_2017 ),Pada Dokumen RENKON Gempa Tsunami Kabupaten Manokwari_BPBD Kabupaten Manokwari (Edisi II,Tahun 2017 )

beberapa jam lalu,..masih terasa serak melihat abel,..panas ,..dengan hasil pemeriksaan darah negatif ,…sementara masih terasa demam,…seakan teringat cerita lalu,….Ya TUHAN…seakan terbawa kepada saat tahun lalu,…
cerita tentang kaka Tya….saya terdiam,…airmata ini langsung menetes,…masih setahun lalu, dia pergi dari sisi kami,…..
Menatap Abel …dengan menahan nafas ini beberapa saat,…..
seandainya smua tahu seberapa sakit dan rasa bersalah ini,…baru mau percaya diri terhadap apa yang aku punyai selama ini….hampir lagi saya mundur,….
saya sudah meninggalkan sementara profesi saya karena seakan saya tak mampu ,tak punya kemampuan ketika anak kekasih saya Kaka Tya pergi dan saya seperti pengecut hanya tak mampu berbuat sesuatu seperti sombongnya saya kalo berlaku kepada orang lain yang sakit,……
mau kulempar saja paracetamol ini…..mau kubuang saja baju putih ini..
SAMPAI KAPAN HARUS KU BAWA RASA BERSALAH INI…..
SAMPAI TERLIHAT ADA SEDIKIT SENYUMAN KAH DARI MAMA TYA…
HANYA RASA BERSALAH DAN FATWA YANG TERDENGR DI TELINGA INI SIANG DAN MALAM….
AMPUNI SAYA BAPA…AMPUNI SAYA BIAR SAYA BISA LEWATI SMUA HARI..
TANPA RASA BERSALAH INI,…DIKAKIMU SAJA BAPA SAYA LETAKKAN PERASAAN INI
TERKADANG ADA SEDIKIT SAJA HAL,…SAYA JADI TERINGAT DAN RASA INI KEMBALI SEAKAN ADA DIBAHU SAYA,…WhatsApp Image 2017-12-13 at 21.43.49 (1)

Pasal 59 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009

(1) Untuk kepentingan tertentu, Kendaraan Bermotor dapat dilengkapi dengan lampu isyarat dan/atau sirene.

(2) Lampu isyarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas warna: a. merah; b. biru; dan c. kuning.

(3) Lampu isyarat warna merah atau biru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf b serta sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai tanda Kendaraan Bermotor yang memiliki hak utama.

(4) Lampu isyarat warna kuning sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c berfungsi sebagai tanda peringatan kepada Pengguna Jalan lain.

(5) Penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:

a. lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia;

b. lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah; dan

c. lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan, prosedur, dan tata cara pemasangan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.

(7) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

PP No. 44 Tahun 1993 Tentang Kendaraan dan Pengemudi

Pasal 65

Dilarang memasang lampu pada kendaraan bermotor, kereta gandengan atau kereta tempelan yang

menyinarkan :

a. cahaya kelap-kelip, selain lampu penunjuk arah dan lampu isyarat peringatan bahaya;

b. cahaya berwarna merah ke arah depan;

c. cahaya berwarna putih ke arah belakang kecuali lampu mundur.

Pasal 66

Lampu isyarat berwarna biru hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :

a. Petugas penegak hukum tertentu.

b. Dinas pemadam kebakaran.

c. Penangulangan bencana.

d. Ambulans.

e. Unit palang merah.

f. Mobil jenazah.

Pasal 67

Lampu isyarat berwarna kuning hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :

a. Untuk membangun, merawat, atau membersihkan fasilitas umum.

b. Untuk menderek kendaraan.

c. Untuk pengangkut bahan berbahaya dan beracun, limbah bahan berbahaya dan beracun, peti kemas dan alat berat.

d. Yang mempunyai ukuran lebih dari ukuran maksimum yang diperbolehkan untuk dioperasikan di jalan.

e. Milik instansi pemerintah yang dipergunakan rangka keamanan barang yang diangkut.

Begitu juga POLDA METRO JAYA melalui website resminya menyebutkan :

Bagi pemilik kendaraan pribadi dilarang membunyikan sirine dan memasang lampu rotator jika tidak termasuk dari golongan tersebut di atas (yang masuk dalam golongan tersebut diatas pada PP nomor 44 Tahun 1993.red). (*)

(di posting ulang 6-09-2017 )